Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Liputan

IHSG Loyo Hari Ini: Kenapa Pasar Saham Kembali Berdarah?

badge-check


					IHSG Loyo Hari Ini: Kenapa Pasar Saham Kembali Berdarah? Perbesar

Saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) lagi kurang bersemangat nih. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Senin sore, 22 September 2025, harus rela melemah tipis. Ini terjadi di tengah kabar kesepakatan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Cina yang justru banyak dinanti. IHSG terpaksa turun 11,08 poin atau 0,14 persen, parkir di angka 8.040,04. Senasib, indeks 45 saham unggulan atau LQ45 juga ikutan loyo, merosot 6,10 poin atau 0,75 persen ke level 803,89.

Lho, kok bisa melemah? Padahal, para investor sebenarnya menyambut hangat obrolan via telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping. Malahan, menurut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas di Jakarta, Trump menyebut Xi Jinping telah setuju soal kesepakatan aplikasi media sosial TikTok. Ini jelas jadi angin segar di tengah tensi dua negara adidaya.

Dari pihak Cina sendiri, mereka bilang menghormati keputusan bisnis perusahaan. Harapannya, negosiasi yang ada bakal sesuai aturan pasar, hukum yang berlaku, dan prinsip non-diskriminatif. Nah, setelah ini, pasar keuangan global jelas pada nungguin banget detail lengkap dari deal AS-Cina yang satu ini.

Nggak cuma soal AS-Cina, para pelaku pasar juga lagi mantau ketat kebijakan moneter Bank Sentral Cina (PBOC). Sebelumnya, pasar sempat dibikin deg-degan sama sinyal pemangkasan suku bunga dari The Fed, yang juga mengisyaratkan pelonggaran lebih lanjut. Namun, PBOC memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan pinjaman utamanya, Loan Prime Rate (LPR) satu tahun, di 3,0 persen. LPR lima tahun yang menjadi acuan utama untuk hipotek juga anteng di 3,5 persen.

Keputusan ini jadi semacam langkah kehati-hatian, berharap otoritas bisa menjaga kondisi kredit dan dukung perdagangan regional. Apalagi, data ekonomi terbaru di Cina nunjukkin adanya potensi perlambatan aktivitas domestik, yang makin menguatkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter bakal tetap akomodatif ke depannya.

Balik ke dalam negeri, para investor juga ikutan was-was. Bank Indonesia (BI) ngasih kabar kalau ada arus keluar modal asing atau capital outflow dari pasar keuangan domestik kita. Sepanjang pekan ketiga September 2025, angkanya mencapai Rp 8,12 triliun! Gara-gara ini, BI bilang premi risiko investasi di Indonesia jadi ikut meningkat, bikin para investor perlu lebih hati-hati.

Terus, gimana nasib sektor-sektornya? Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, ada sembilan sektor yang berhasil unjuk gigi dan menguat. Sektor Industri jadi juaranya dengan penguatan 1,98 persen, disusul Infrastruktur dan Barang Baku yang masing-masing naik 1,50 persen dan 1,14 persen. Sayangnya, dua sektor lain harus terkoreksi. Sektor Kesehatan ambles paling dalam, turun 0,61 persen, diikuti oleh sektor Keuangan yang juga merosot 0,45 persen.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan saham hari itu lumayan ramai. Tercatat ada 2.311.594 kali transaksi, dengan total 39,79 miliar lembar saham yang diperdagangkan, nilainya mencapai Rp 23,08 triliun. Dari sekian banyak saham, 371 di antaranya berhasil naik, 297 menurun, dan 132 lainnya anteng di posisi yang sama.

Di bursa saham regional Asia sore ini, kondisinya campur aduk. Indeks Nikkei Jepang malah terbang 460,19 poin atau 1,02 persen ke 45.506,00. Tapi, Indeks Hang Seng Hong Kong sebaliknya, melemah 200,96 poin atau 0,76 persen ke 26.344,14. Shanghai menguat tipis 8,49 poin atau 0,22 persen ke 3.828,58, sedangkan Strait Times Singapura melemah tipis 2,87 poin atau 0,07 persen ke 4.289,98.

Pilihan Editor: Mengapa Pasar Keuangan Rontok Setelah Sri Mulyani Dicopot

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan