Gila, pasar langsung panik! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa, 9 September 2025, langsung nyungsep di zona merah, tepatnya di level 7.748,51. Ini bukan kejadian tunggal, melainkan kelanjutan dari koreksi kemarin usai Presiden Prabowo Subianto bikin gebrakan dengan mengganti sejumlah menteri. Yang paling bikin heboh, Sri Mulyani Indrawati dicopot dari posisi Menteri Keuangan, dan posisinya kini diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Berdasarkan data RTI Business, pagi ini IHSG sempat bergerak di rentang 7.631,46 hingga 7.791,33. Pada pukul 09.50 WIB, IHSG tercatat berada di level 7.654.
Jadi, ceritanya begini. Presiden Prabowo Subianto benar-benar merombak Kabinet Merah Putih pada Senin, 8 September 2025. Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, langsung dilantik sebagai pengganti Sri Mulyani di kursi Menteri Keuangan. Keputusan reshuffle ini tentu saja jadi sorotan utama para pelaku pasar dan publik.

Nggak butuh waktu lama, Purbaya pun langsung merespons anjloknya IHSG pasca reshuffle. Dalam keterangan pers di Kementerian Keuangan kemarin, ia tampak santai. “Mungkin pasar tidak tahu, saya orang pasar,” ucap Purbaya dengan nada percaya diri, seolah ingin meyakinkan bahwa ia sangat paham medan.
Pernyataan itu bukan sekadar basa-basi, lho. Purbaya menegaskan bahwa ia sudah terjun di pasar modal sejak tahun 2000. Nggak cuma itu, ia juga bilang punya tim yang solid dan kuat di Kementerian Keuangan. Pengalaman fiskalnya pun nggak kaleng-kaleng. Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan ini pernah jadi bagian dari *think tank* Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2008. Lalu, ia juga sempat membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai staf di Kantor Staf Presiden pada 2015. “Saya selalu memberi masukan fiskal ke pemerintah. Di belakang, nggak dibayar,” ujarnya, menunjukkan dedikasi yang tinggi.
Lalu, bagaimana efek reshuffle ini ke pasar kemarin? Pada penutupan perdagangan Senin, 8 September 2025, IHSG tercatat turun tajam 100,49 poin atau 1,28 persen ke level 7.766. Data RTI Business juga menunjukkan gambaran yang bikin deg-degan: terdapat 232 saham menguat, tapi ada 451 saham yang melemah, dan 121 saham stagnan. Nilai transaksinya tembus Rp 19,45 triliun dengan volume perdagangan mencapai 35,82 miliar lembar saham dari lebih dari 2,19 juta kali transaksi. Ini menunjukkan pasar bereaksi keras terhadap pergantian Menteri Keuangan.
Anastasya Lavenia Yudi dan Nandito Putra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: Buntut Rumah Sri Mulyani Dijarah: Drama Dua Kali Minta Mundur








