
IEU-CEPA: Indonesia-EU Sepakat! Ekspor Kita Bakal Naik Drastis!

Setelah 9 tahun pacaran, Indonesia dan Uni Eropa (EU) akhirnya jadian! IEU-CEPA, singkatan kece dari Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement, resmi ditandatangani hari Selasa, 23 September 2025 di Bali. Acara sakral ini bakal disaksikan langsung sama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa, Maroš Šefčovič, yang berkunjung ke Indonesia tanggal 22-23 September 2025. Gak cuma itu, para Dubes negara anggota EU dan perwakilan sektor swasta juga ikutan menyaksikan momen bersejarah ini.
Kabar gembira ini disampaikan langsung Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto. “Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, perjanjian IEU-CEPA akhirnya rampung!” katanya lewat keterangan tertulis. Ini bukan cuma langkah maju buat hubungan ekonomi kedua pihak, tapi juga bukti nyata Indonesia jago banget buka peluang kerjasama yang adil, setara, dan berkelanjutan. Bayangin, EU itu lho, mitra dagang terbesar kelima Indonesia! Nilai perdagangannya aja udah mencapai US$ 30,1 miliar di tahun 2024, dan Indonesia masih untung gede lho, surplusnya sampe US$ 4,5 miliar! Naik banget dari tahun 2023 yang cuma US$ 2,5 miliar.
Perjalanan menuju kesepakatan ini emang gak mudah. Sejak Juli 2016, udah ada 19 putaran pertemuan resmi dan banyak pertemuan informal. Tapi, semua perjuangan itu terbayar lunas! Haryo menambahkan, kesepakatan ini menunjukkan konsistensi diplomasi ekonomi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional. Kita sekarang punya akses pasar lebih luas, investasi makin banyak, dan daya saing sektor strategis makin kuat! Pokoknya, IEU-CEPA jadi fondasi kerjasama ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.
Apa Untungnya buat Indonesia?
Kebayang dong, akses ekspor produk Indonesia ke 27 negara anggota EU bakal terbuka lebar! Mantapnya lagi, 80% ekspor kita ke EU bakal bebas bea masuk alias tarif 0%! Produk-produk unggulan kita seperti alas kaki, tekstil, garmen, minyak sawit, perikanan, energi terbarukan, dan kendaraan listrik, bakal dapet perlakuan istimewa. Haryo optimis, perdagangan Indonesia-EU bisa naik dua kali lipat dalam lima tahun ke depan! Airlangga bahkan lebih berani, ia memprediksi kenaikannya bisa sampai 2,5 kali lipat, dari US$ 30 miliar menjadi US$ 60 miliar! Sekarang, nilai ekspor kita ke Eropa masih kalah sama Vietnam, tapi dengan IEU-CEPA, kita bakal bisa ngungguli mereka!
Proses Selanjutnya?
Meskipun udah ditandatangani, IEU-CEPA belum langsung berlaku. Perjanjian ini masih harus melalui proses persetujuan parlemen di 27 negara anggota EU, yang bisa memakan waktu 10-12 bulan. Di Indonesia, proses ratifikasi diperkirakan lebih cepat, sekitar 1-2 bulan. Selanjutnya, DPR RI akan meratifikasi dan menyusun undang-undang, diperkirakan selesai pada kuartal II hingga IV 2026. Targetnya, IEU-CEPA bisa sepenuhnya diimplementasikan pada kuartal I 2027. Sabar ya, gaes! Tapi, ini semua sepadan kok, demi kemajuan ekonomi Indonesia!
Pilihan Editor: Akar Masalah Penerimaan Negara Rendah








