
JAKARTA, KOMPAS.com – Para sultan emas siap-siap jingkrak kegirangan! Harga emas Antam lagi-lagi pecah rekor, bikin sejarah baru di pasar finansial. Siapa sangka, si kuning berkilau ini makin mahal aja!

Bayangin, pada Kamis (3/9/2025), harga emas Antam dipatok di angka fantastis Rp 2.044.000 per gram. Angka ini melonjak Rp 9.000 dibanding sehari sebelumnya, sekaligus melibas rekor lamanya yang sempat tercatat Rp 2.039.000 per gram pada 23 April 2025 lalu. Gila, kan?
Tentu saja, kenaikan harga emas ini langsung jadi magnet buat para investor. Banyak yang tiba-tiba melirik emas sebagai instrumen investasi paling worth it. Tapi, eits! Para analis senior buru-buru mengingatkan, jangan terburu-buru ikutan euforia tanpa strategi matang. Nanti malah nangis di pojokan.
Baca juga: Investasi Emas Digital, Pilihan Cerdas untuk Generasi Muda Masa Kini
Jangan Terjebak Euforia Rekor, Nanti Nyesel!
Lukman Leong, seorang analis dari Doo Financial Futures, punya pandangan optimis. Menurut dia, prospek emas dunia masih kinclong banget, bahkan diprediksi bisa nyentuh angka 3.700–3.800 dollar AS per troy ounce tahun ini, alias naik sekitar 6–8 persen. Wow!
Meski begitu, ia buru-buru kasih peringatan keras. Jangan sampai kena FOMO! Potensi koreksi harga itu selalu ada. “Investor bisa lho melakukan profit taking sekitar 30 persen dari total kepemilikan. Secara historis, koreksi gede sering banget terjadi setelah harga emas nembus level tertinggi. Nah, pas koreksi itu, investor bisa masuk lagi di harga yang lebih rendah,” jelas Lukman pada Kamis (4/9/2025), seperti dikutip dari Kontan.
Buat kamu yang masih investor pemula dan baru mau nyobain serunya investasi emas, Lukman punya jurus jitunya: pakai strategi dollar cost averaging (DCA). Ini semacam nyicil beli emas secara bertahap, baik pas harganya lagi turun atau lagi naik. Cara ini ampuh banget buat meminimalisir risiko beli di harga kemahalan.
Baca juga: Kenalkan Investasi Emas sejak Dini untuk Anak, Lakuemas Hadirkan Promo Hari Anak Nasional
Kapan Waktu Paling Pas Buat Sikat Emas?
Wahyu Laksono, pendiri Traderindo, menambahkan kalau kenaikan harga emas ini banyak dipicu oleh drama-drama global. Sebut saja ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed (Bank Sentral AS), inflasi dunia yang makin gila-gilaan, permintaan emas dari bank sentral yang meningkat, sampai ketidakpastian geopolitik yang bikin kepala pusing.
Menurut Wahyu, waktu paling sakti buat beli emas itu adalah pas harganya lagi anjlok parah. “Momentum beli yang direkomendasikan untuk hasil optimal adalah saat terjadi koreksi harga yang signifikan di tengah ekspektasi penurunan suku bunga global yang semakin jelas, atau ketika ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik meningkat tajam,” tegasnya. Jadi, sabar menanti harga diskon ya!
Atur Porsi Investasi Emasmu, Jangan Kalap!
Satu lagi nasihat penting dari Wahyu: jangan pernah tempatkan semua asetmu di emas. Ibaratnya, jangan taruh semua telur dalam satu keranjang. Porsi idealnya cuma sekitar 5–15 persen dari total aset yang kamu punya. Ini penting banget biar portofolio investasimu tetap seimbang dan aman.
Terus, soal bentuk emas, mending yang mana? Wahyu jelas merekomendasikan emas batangan ketimbang perhiasan. Alasannya simpel: “Perhiasan kurang direkomendasikan karena ada biaya pembuatan yang tinggi dan potongan saat menjual,” ujarnya. Jadi, kalau mau cuan, fokus ke batangan aja ya.
Buat kamu yang modalnya masih terbatas, jangan khawatir! Ada opsi tabungan emas yang bisa dicoba. Atau, kalau mau pegang fisik, emas batangan berukuran kecil juga gampang dijangkau kok buat para pemula. Mulai dari yang kecil dulu, lama-lama jadi bukit!
Baca juga: Cara Investasi Emas untuk Pemula, Mudah dan Minim Risiko
Intip Prospek Harga Emas Antam ke Depan, Makin Mahal?
Penasaran kan, harga emas Antam ke depannya bakal gimana? Wahyu Laksono memprediksi kalau si kuning ini berpotensi nembus Rp 2.200.000–Rp 2.250.000 per gram di akhir tahun. Ini bisa kejadian kalau harga emas global terus naik dan rupiah makin melemah. Bakal bikin makin sultan nih!
Tapi, kalau skenarionya terbalik—harga emas dunia melemah dan rupiah malah menguat—level bawah emas Antam diprediksi ada di kisaran Rp 1.800.000–Rp 1.850.000 per gram. Jadi, siap-siap juga untuk kemungkinan ini.
Sementara itu, Lukman Leong punya angka sendiri. Dia memperkirakan harga emas Antam bakal betah di rentang Rp 2.157.000–Rp 2.197.000 per gram sampai akhir 2025. Gimana pun, prospeknya tetap bikin penasaran buat para pemburu cuan!
(Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Handoyo)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru Lagi, Intip Strategi Investasinya
Ringkasan
Harga emas Antam mencetak rekor baru pada Kamis, 3 September 2025, mencapai Rp 2.044.000 per gram, naik Rp 9.000 dari hari sebelumnya. Kenaikan ini menarik minat investor, namun analis menyarankan untuk tidak terburu-buru dan menggunakan strategi investasi yang matang.
Analis menyarankan strategi *dollar cost averaging* (DCA) untuk investor pemula dan merekomendasikan alokasi dana 5-15% dari total aset ke emas batangan. Harga emas Antam diprediksi berpotensi mencapai Rp 2.200.000 – Rp 2.250.000 per gram di akhir tahun jika harga emas global naik dan Rupiah melemah.








