Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Liputan

CEO BRI Ventures Tersangka Korupsi TaniHub: Investasi Bodong Rp 409 M?

badge-check


					CEO BRI Ventures Tersangka Korupsi TaniHub: Investasi Bodong Rp 409 M? Perbesar

Waduh, kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) investasi oleh MDI Ventures kepada TaniHub dan afiliasinya makin panas aja nih! Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) nggak main-main, mereka baru aja menetapkan tiga tersangka baru yang bikin geger. Kasus ini mencakup periode 2019 hingga 2023 dan melibatkan dana investasi yang jumlahnya bikin geleng-geleng kepala.

Siapa aja sih tiga nama yang kini jadi tersangka? Mereka adalah NW, yang menjabat sebagai CEO BRI Ventures; WG, mantan VP Investasi BRI Ventures; dan AAH, selaku VP Of Investment MDI Venture di tahun 2021. Nggak pakai lama, ketiganya langsung ditahan sejak 3 September dan bakal mendekam di balik jeruji hingga 22 September mendatang. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jakarta Selatan, Suyanto Reksa Sumarta, menjelaskan bahwa NW dan AAH ditahan di Rutan Cipinang, sementara WG di Rutan Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Buat yang belum ngeh, Metra Digital Investama (MDI Ventures) dan BRI Ventura Investama (BRI Ventures) ini adalah perusahaan modal ventura yang memang tugasnya suntik dana ke startup. Nah, TaniHub sendiri adalah salah satu startup di bidang pertanian yang sempat jadi perbincangan. TaniHub Group punya beberapa layanan, seperti platform e-commerce TaniHub, unit suplai TaniSupply, dan juga layanan teknologi finansial pinjaman atau fintech lending, TaniFund. Ini dia yang jadi fokus kasusnya.

Dugaan korupsi dan TPPU ini berpusat pada total pencairan investasi sebesar US$25 juta atau setara Rp 409 miliar. Angka yang fantastis, kan? Penasaran apa peran masing-masing tersangka baru ini dalam kasus tersebut? Yuk, kita bedah:

  1. NW: Diduga sebagai pihak yang memutuskan investasi secara melawan hukum dari BRI Ventures ke TaniHub sebesar US$5 juta.
  2. WG: Punya peran sebagai tim investasi yang bertanggung jawab melakukan analisis atas proposal investasi dari BRI Ventures.
  3. AAH: Selaku VP Of Investment MDI Venture 2021, ia melakukan analisis atas rencana investasi MDI Ventures ke TaniHub Group.

Sebelumnya, Kejari Jakarta Selatan juga sudah lebih dulu menetapkan dan menahan tiga tersangka lain pada 28 Juli. Mereka adalah DSW, Direktur MDI Ventures yang disebut menyetujui investasi secara melawan hukum; serta IAS, mantan Direktur Utama TaniHub Group; dan ETPLT, mantan Direktur TaniHub Group. Kedua nama terakhir, IAS dan ETPLT, dituding memanipulasi data perusahaan untuk mendapatkan investasi dari MDI Ventures dan BRI Venture, dan parahnya lagi, dana yang didapat malah dipakai buat kepentingan pribadi.

Isu dugaan TPPU ini sebenarnya sudah mulai berembus sejak Mei 2025 (perhatikan tahunnya, ya!). Beberapa media bahkan sempat melaporkan adanya dugaan proyek fiktif oleh anak hingga cucu usaha Telkom ke TaniHub pada tahun 2021. Nggak cuma itu, sejumlah aliansi mahasiswa juga ikut bersuara, mendesak agar dugaan proyek fiktif ini segera diusut tuntas.

Mungkin kamu masih ingat, berdasarkan catatan Katadata.co.id, MDI Ventures pernah memimpin pendanaan seri B ke TaniHub sebesar US$65,5 juta atau sekitar Rp 942 miliar pada Mei 2021. Investor lain yang ikut berpartisipasi waktu itu juga bukan kaleng-kaleng, ada Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), Add Ventures, BRI Ventures, Flourish Ventures, Intudo Ventures, Openspace Ventures, Tenaya Capital, UOB Venture Management, dan Vertex Ventures. TaniHub kala itu begitu optimis, mengklaim pendapatan kotor tumbuh 639% di tahun 2020 dan yakin bisa tumbuh tiga kali lipat pada 2021.

Namun, di balik gemerlapnya pendanaan tersebut, ada fakta menarik. Merujuk pada laman LinkedIn, Ivan Arie Sustiawan (IAS) yang menjabat CEO TaniHub ternyata mundur dari jabatannya di bulan yang sama dengan pendanaan seri B itu, yaitu Mei 2021. Setelah pendanaan jumbo ini, bukannya makin berjaya, TaniHub justru melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di awal 2022 dan menutup gudang di Bandung serta Bali. Alasannya sih ingin mempertajam fokus bisnis dengan meningkatkan pertumbuhan melalui Business to Business (B2B), menyasar hotel, restoran, kafe, modern trade, general trade, UMKM, dan mitra strategis.

Nasib Bisnis TaniHub: TaniFund Ditutup dan Gagal Bayar Lender

Sejak itu, nama TaniHub seolah tenggelam dan tak lagi terdengar dalam hal ekspansi, pencapaian pertumbuhan bisnis, apalagi pendanaan baru. Yang muncul justru kabar-kabar negatif. Unit bisnis mereka di bidang pinjaman online, TaniFund, mencatatkan tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP 90) mencapai 63,93% pada Maret 2023. Para pemberi pinjaman alias lender pun banyak yang gigit jari karena platform ini gagal bayar.

Awal tahun 2024, para investor TaniFund mulai gerah dan melayangkan gugatan ke pengadilan. Ada tiga gugatan di Pengadilan Jakarta Selatan dengan total nilai mencapai Rp 471,2 juta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya turun tangan dan secara resmi menutup izin usaha pinjol TaniFund pada 3 Mei 2024. TaniFund wajib menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan pembubaran dan membentuk tim likuidasi paling lambat 30 hari kalender sejak izin usaha dicabut.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, pada Oktober 2024, TaniFund telah menunjuk empat orang sebagai tim likuidasi. Tim ini diharapkan bisa bekerja adil, objektif, dan independen sesuai ketentuan yang berlaku. Kini, dengan ditetapkannya tiga tersangka baru, kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menimpa TaniHub ini masih terus diselidiki. Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dan menelusuri aliran dana hasil dugaan korupsi dan TPPU ini. Bakal ada nama lain lagi nggak ya?

Ringkasan

Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU investasi MDI Ventures ke TaniHub senilai Rp 409 miliar. Ketiga tersangka adalah NW (CEO BRI Ventures), WG (mantan VP Investasi BRI Ventures), dan AAH (VP Of Investment MDI Venture 2021), yang telah ditahan sejak 3 September.

Kasus ini berfokus pada investasi yang dikucurkan ke TaniHub Group, termasuk TaniFund yang kini izinnya telah dicabut oleh OJK karena gagal bayar. NW diduga memutuskan investasi secara melawan hukum, WG bertanggung jawab atas analisis proposal investasi, dan AAH melakukan analisis rencana investasi MDI Ventures ke TaniHub Group. Sebelumnya, tiga tersangka lain juga telah ditetapkan dalam kasus ini.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan