
Kabar gembira datang dari ranah ekonomi! JP Morgan Indonesia, perusahaan jasa keuangan global, membocorkan prediksinya yang bikin banyak pihak optimis: Bank Indonesia (BI) diproyeksikan masih punya ‘ruang’ untuk memangkas suku bunga acuan, atau yang lebih dikenal dengan BI Rate. Enggak tanggung-tanggung, diperkirakan bisa turun sampai tiga kali lagi di tahun ini, masing-masing sebesar 25 basis poin. Kalau skenario ini beneran jadi kenyataan, bayangkan, BI Rate bisa menyentuh angka 4,25 persen!

Prediksi JP Morgan ini bukan sekadar omongan belaka, lho. Buktinya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Agustus 2025 lalu sudah ‘menggebrak’ dengan memangkas suku bunga acuan jadi 5,00 persen, dari yang sebelumnya 5,25 persen. Menurut Gioshia Ralie, Chief Executive Officer (CEO) JP Morgan Indonesia, pemotongan ini jadi indikasi jelas kalau kebijakan moneter kita lagi di mode ‘dovish‘ atau akomodatif. Intinya, vibes-nya positif nih, karena langkah ini berpotensi meredam dampak negatif yang mungkin mengintai pertumbuhan ekonomi.
Eits, tapi jangan senang dulu! Gioshia Ralie juga mengingatkan, meski ada angin segar, kemampuan BI untuk terus memangkas suku bunga tetap bergantung pada satu hal krusial: stabilitas valuta asing. Untungnya, kondisi eksternal saat ini lagi kondusif banget, jadi bisa jadi ‘tameng’ buat masalah-masalah lain di neraca perdagangan kita. Misalnya, penurunan harga komoditas global dan fenomena dolarisasi domestik yang kadang bikin pusing kepala.
Ngomong-ngomong soal pemangkasan, kamu tahu gak sih kalau keputusan BI menurunkan BI Rate di bulan Agustus kemarin itu sudah yang keempat kalinya sepanjang tahun 2025 ini? Sebelumnya, BI sudah mengambil langkah serupa di bulan Januari, Mei, dan Juli. Gubernur BI Perry Warjiyo sendiri menjelaskan, keputusan ini bukan tanpa alasan. Ini konsisten dengan proyeksi inflasi yang tetap rendah di tahun 2025 dan 2026, yang menargetkan di angka 2,5 plus minus 1 persen. Ditambah lagi, stabilitas nilai tukar rupiah kita juga terjaga, sekaligus jadi dorongan buat memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih kencang.
Makanya, dalam konferensi pers daring pada Rabu, 20 Agustus 2025, Perry Warjiyo dengan lugas menyatakan, “Dengan mendasarkan asesmen proyeksi dan berbagai arah ke depan tersebut, Rapat Dewan Gubernur BI pada 19-20 Agustus 2025 memutuskan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen.” Ini menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong ekonomi.
Di kesempatan yang sama, Perry Warjiyo juga spill info penting lainnya. BI ternyata tidak hanya mengutak-atik BI Rate, tapi juga menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 4,25 persen (yang tadinya 4,50 persen) dan suku bunga lending facility menjadi 5,75 persen (dari 6,00 persen). Komplit banget kan paket kebijakan akomodatifnya?
Yang bikin kita makin yakin, Perry Warjiyo juga menggarisbawahi kalau Bank Indonesia masih punya ‘ruang’ buat nurunin suku bunga acuan lebih lanjut. Ini didasari proyeksi inflasi dua tahun ke depan, terutama inflasi inti, yang diperkirakan bakal tetap rendah. “Karena (inflasi) tetap rendah, ini tentu saja memberikan ruang bagi penurunan suku bunga yang kami sudah tempuh empat kali ini,” pungkas Perry. Jadi, ‘sinyal hijau’ buat pemangkasan BI Rate selanjutnya itu memang ada, sesuai yang JP Morgan prediksikan di awal.
Pilihan Editor: Ke Mana Pemerintah Seharusnya Menyalurkan Sisa Anggaran
Ringkasan
JP Morgan Indonesia memprediksi Bank Indonesia (BI) masih berpotensi memangkas BI Rate hingga tiga kali lagi tahun ini, sehingga bisa mencapai 4,25%. Prediksi ini didukung oleh keputusan BI yang telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,00% pada Agustus 2025, yang menandakan kebijakan moneter akomodatif untuk meredam dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, JP Morgan mengingatkan bahwa kemampuan BI untuk terus memangkas suku bunga bergantung pada stabilitas valuta asing. Gubernur BI Perry Warjiyo juga menyatakan bahwa BI masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan lebih lanjut, didasari proyeksi inflasi yang tetap rendah dan stabilitas nilai tukar rupiah. Selain BI Rate, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility dan lending facility.








