Menu

Mode Gelap
JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Asah Kreativitas Lewat Teknik Mewarnai Batik Persaingan Makin Ketat, SD Swasta Sidoarjo Siapkan Strategi Penerimaan Murid Baru Tebar Kurma dan Imsakiyah, Yayasan Bina Insan Muslim Gaungkan Syiar Ramadan

Liputan

Badan Otorita Pantura Jawa: Fungsi, Peran, dan Urgensinya

badge-check


					Badan Otorita Pantura Jawa: Fungsi, Peran, dan Urgensinya Perbesar

Gebyar! Presiden Prabowo Subianto baru saja bikin gebrakan serius dengan membentuk Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, atau yang akrab disebut Badan Otorita Pantura. Nah, badan ini dibentuk bukan buat iseng, melainkan khusus untuk menangani proyek ambisius: pembangunan tanggul laut raksasa alias Giant Sea Wall. Kabar penting ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dari kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menandai babak baru penanganan masalah krusial di Pantai Utara Jawa.

Tenang, ini bukan ide dadakan kok. Menurut Prasetyo, rencana pembangunan tanggul laut ini sebenarnya sudah jadi wacana sejak era 90-an. Ya, bayangkan saja, ide Giant Sea Wall atau Tanggul Pantai Utara Jawa ini sudah nongkrong di meja perencanaan puluhan tahun lalu! Jadi, ini bukan proyek baru, tapi implementasi dari rencana jangka panjang yang akhirnya terealisasi. Data ini juga dikutip dari Antara pada Senin, 25 Agustus 2025.

Nah, apa sih urgensinya Badan Otorita Pantura ini? Prasetyo bilang, tujuan utamanya jelas banget: melindungi sekitar 20 juta warga yang hidup di kawasan pesisir. Jumlah yang fantastis, kan? Melalui proyek Giant Sea Wall ini, pemerintah ingin ngasih solusi konkret buat ngatasin ancaman nyata seperti banjir rob yang makin parah dan penurunan muka tanah alias land subsidence yang terus terjadi di sepanjang Pantai Utara Jawa. Intinya, ini soal menyelamatkan nyawa dan aset.

Bukan cuma itu, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga angkat bicara. Menurut AHY, Badan Otorita Pantura ini bakal jadi ujung tombak alias garda terdepan dalam mengeksekusi proyek Giant Sea Wall. Nggak cuma itu, badan ini juga punya peran krusial buat menyatukan berbagai pihak, mulai dari lintas kementerian, pemerintah daerah, sampai sektor swasta. Bayangin, butuh sinergi tingkat dewa buat proyek segede ini!

Sebagai anggota Dewan Pengarah di badan otorita tersebut, AHY menegaskan bahwa tugas utama mereka adalah mitigasi berbagai risiko bencana di kawasan Pantura. “Baru saja dibentuk dan diresmikan oleh Bapak Presiden, Badan Otorita Pengelolaan Pantai Utara Jawa, di antaranya adalah bagaimana kita bisa memproteksi wilayah utara Jawa dari banjir rob, land subsidence, dan masyarakat yang tinggal juga sangat berisiko menghadapi berbagai bencana alam,” kata AHY pada Rabu, 27 Agustus 2025. Jadi, fokusnya memang super krusial: jaga-jaga dari segala ancaman!

Struktur Kepemimpinan

Oke, siapa saja nih orang-orang di balik kemudi Badan Otorita Pantura ini? Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 76P Tahun 2025, pucuk pimpinannya dipegang oleh Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf sebagai Kepala Badan Otorita Pantura. Beliau nggak sendirian, kok. Ada dua wakil kepala yang mendampingi: Darwin Trisna Djajawinata dari unsur Danantara, dan Suhajar Diantoro, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Kombinasi yang menarik, kan?

Prasetyo lantas ngejelasin kenapa harus ada dua wakil kepala. Katanya, ini bukan soal politik atau bagi-bagi kursi, melainkan murni karena kebutuhan teknis di lapangan. “Kenapa dua wakil? Karena pengelolaan Pantura pasti bersinggungan dengan investasi, maka satu unsur wakil diambil dari Danantara,” jelas Prasetyo. Sementara itu, satu wakil lainnya mewakili pemerintah, khususnya Kementerian Dalam Negeri, karena proyek gede ini bakal bersentuhan langsung dengan lima provinsi di Pulau Jawa. Jadi, butuh banget koordinasi super ketat biar lancar jaya!

Dengan struktur kepemimpinan yang solid ini, Prasetyo berharap penanganan banjir rob bisa dipercepat dan jutaan warga di pesisir utara Jawa bisa terlindungi dari ancaman bencana. Intinya, semua demi masa depan Pantai Utara Jawa yang lebih aman dan nyaman!

Hendrik Yaputra dan Adhfar Aulia Syuhada berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan editor: Badan Otorita Pantura, Lembaga Baru Tangani Banjir Rob di Pantura Jawa

Ringkasan

Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Badan Otorita Pantura) untuk menangani proyek pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall). Pembentukan badan ini bertujuan untuk melindungi sekitar 20 juta warga pesisir dari ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah (land subsidence) yang semakin parah di sepanjang Pantai Utara Jawa, yang telah direncanakan sejak era 90-an.

Badan Otorita Pantura akan menjadi ujung tombak dalam mengeksekusi proyek Giant Sea Wall dan menyatukan berbagai pihak seperti kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf ditunjuk sebagai Kepala Badan Otorita Pantura, didampingi Darwin Trisna Djajawinata dan Suhajar Diantoro sebagai wakil kepala, untuk memastikan koordinasi dan penanganan yang efektif terkait investasi dan pengelolaan wilayah Pantura.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan