Menu

Mode Gelap
JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Asah Kreativitas Lewat Teknik Mewarnai Batik Persaingan Makin Ketat, SD Swasta Sidoarjo Siapkan Strategi Penerimaan Murid Baru Tebar Kurma dan Imsakiyah, Yayasan Bina Insan Muslim Gaungkan Syiar Ramadan

Liputan

Asyik! Bayar Klaim Asuransi Makin Enteng: Co-payment Turun Jadi 5 Persen!

badge-check


					Asyik! Bayar Klaim Asuransi Makin Enteng: Co-payment Turun Jadi 5 Persen! Perbesar

Ada kabar gembira dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buat kamu yang punya atau berencana punya asuransi kesehatan! OJK lagi gaspol nurunin batas maksimal tanggungan peserta dalam skema pembagian risiko atau yang dulunya dikenal sebagai co-payment. Dari yang tadinya 10 persen, sekarang jadi cuma 5 persen aja, lho!

Aturan keren ini bakal segera hadir dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang tujuannya biar ekosistem asuransi kesehatan makin kuat dan nyaman buat kita semua. Jadi, siap-siap aja, perubahan ini bakal bikin kamu makin tenang!

“Persentase pembagian risiko atau yang dulu disebut co-payment perlu diturunkan. Dulu SE (Surat Edaran) yang kami keluarkan adalah 10 persen, nah nanti itu yang akan kami turunkan jadi 5 persen,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Bapak Ogi Prastomiyono. Beliau kasih bocoran ini pas rapat kerja bareng Komisi XI DPR di Jakarta pada Kamis, 18 September 2025.

Ogi juga jelasin, ketentuan baru ini sekaligus nyempurnain Surat Edaran OJK (SEOJK) 7/2025 yang sebelumnya ngatur besaran co-payment di angka 10 persen. Nantinya, SEOJK itu bakal diganti sama Peraturan OJK (POJK) yang lebih komprehensif dan bikin hati adem.

Yang paling bikin hepi, di aturan baru ini OJK mewajibkan setiap perusahaan asuransi kesehatan buat nyediain produk yang fully covered alias tanpa fitur pembagian risiko sama sekali. Jadi, kamu sebagai nasabah punya pilihan produk yang semua klaimnya ditanggung penuh sama perusahaan asuransi. Mantap, kan?

Eits, tapi jangan khawatir! Perusahaan asuransi tetap boleh kok nawarin produk dengan skema pembagian risiko atau risk sharing. Jadi, ada pilihan buat semua.

“Dengan POJK ini, perusahaan asuransi yang nawarin asuransi kesehatan wajib nyediain produk tanpa fitur pembagian risiko. Jadi tanpa co-payment itu wajib. Tapi perusahaan asuransi juga dapat menawarkan produk dengan pembagian risiko atau ada co-payment,” tambah Ogi.

Intinya, kamu bakal selalu punya dua opsi keren: mau pilih produk tanpa co-payment dengan premi yang mungkin sedikit lebih tinggi, atau produk dengan co-payment yang premi-nya lebih ramah di kantong. Pilihan ada di tanganmu!

Ada lagi nih yang seru! Istilah co-payment juga bakal diganti jadi “pembagian risiko” atau risk sharing. Kata Ogi, ini adalah usulan langsung dari perwakilan konsumen, yang ngerasa kalau istilah co-payment itu terlalu fokus ke biaya. “Kata co-payment tidak akan kita gunakan lagi karena itu usulan dari perwakilan konsumen, jadi menggunakan pembagian risiko atau risk sharing,” jelasnya. Ini menunjukkan OJK dengerin suara kita banget!

Selain itu, perusahaan asuransi juga diwajibkan buat super transparan dalam nyampaiin besaran premi dari setiap produknya. Jadi, kamu sebagai calon pemegang polis bisa bandingin dengan gampang antara produk tanpa risk sharing dan produk dengan risk sharing sebelum ngambil keputusan. Biar nggak nyesel di kemudian hari!

OJK juga menetapkan pengecualian khusus buat mekanisme pembagian risiko ini. Buat klaim yang ada hubungannya sama kondisi darurat akibat kecelakaan atau penyakit kritis (sesuai yang tercantum di polis), semua biaya bakal ditanggung penuh sama perusahaan asuransi. Jadi, di saat genting, kamu nggak perlu pusing mikirin biaya!

Bapak Ogi juga ngebeberin kalau aturan baru ini bakal ngatur mekanisme lain yang nggak kalah penting. Misalnya, perubahan premi yang cuma bisa dilakuin setahun sekali lewat repricing, terus ringkasan polis wajib banget dikasih ke nasabah, sampai aturan soal masa tunggu buat produk individu maupun kumpulan. Komplit banget, kan?

Pokoknya, OJK menargetkan aturan final soal ekosistem asuransi kesehatan ini bisa disahkan di akhir tahun 2025 nanti. Harapannya, aturan ini udah bisa berlaku efektif di awal tahun 2026. “Jadi kalau bilang ini diundangkan di akhir tahun 2025, kami harapkan di bulan di awal April itu POJK ini sudah mulai diterapkan,” tutup Ogi. Siap-siap aja, April 2026 kita bisa rasain manfaatnya!

Pilihan Editor: Agar Program Magang dalam Stimulus Ekonomi Berjalan Efektif

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan