Guys, kabar gembira! DPR resmi ngesahkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Selasa, 23 September 2025. Rapat paripurna jadi saksi bisu pengesahan ini, lengkap dengan asumsi makro yang udah disepakati.
Salah satu poin pentingnya? Target pertumbuhan ekonomi kita dipatok 5,4%! Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, ngejelasin kalo angka ini jadi pondasi penting menuju target jangka menengah pemerintah, yaitu pertumbuhan ekonomi 7-8%. “Banggar mendukung penuh upaya pemerintah buat ngegeber ekonomi kita,” tegas Said di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Selain pertumbuhan ekonomi, beberapa asumsi makro lain juga udah disetujui, antara lain inflasi 2,5%; nilai tukar rupiah Rp 16.500 per dolar AS; suku bunga SBN 10 tahun 6,9%; harga minyak mentah Indonesia US$70 per barel; lifting minyak bumi 610 ribu barel per hari; dan lifting gas bumi 984 ribu barel per hari. Pokoknya, semua udah deal!
Nah, ngomongin soal APBN 2026, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp 3.153,58 triliun. Rinciannya? Penerimaan pajak Rp 2.693,71 triliun, PNBP Rp 459,2 triliun, dan hibah Rp 0,66 triliun. Angka yang cukup fantastis, ya?
Di sisi lain, belanja negara diproyeksikan sebesar Rp 3.842,73 triliun. Ini terbagi jadi belanja pemerintah pusat (Rp 3.149,73 triliun) dan transfer ke daerah (TKD) Rp 692,99 triliun. Keseimbangan primer ditetapkan Rp 89,71 triliun, sementara defisit APBN Rp 689,15 triliun (2,68% dari PDB). Pembiayaan juga ditetapkan sebesar Rp 689,15 triliun.
Ada beberapa perubahan alokasi anggaran nih yang perlu kamu tahu. Menurut Said, ada penambahan target penerimaan cukai (Rp 1,7 triliun), peningkatan target penerimaan PNBP dari 6 kementerian/lembaga (Rp 4,2 triliun), penambahan belanja kementerian/lembaga (Rp 12,3 triliun), penambahan Program Pengelolaan Belanja Lainnya (Rp 941,6 miliar), dan yang terakhir, penambahan dana transfer ke daerah (Rp 43 triliun). Wah, banyak banget perubahannya!
Pilihan Editor: Mengapa Serapan Anggaran Proyek Makan Bergizi Gratis Rendah








