Menu

Mode Gelap
Belajar Kepada Adies Kadir SMP PGRI 6 Surabaya Ubah Kelas Jadi Petualangan Digital Lewat Papan Interaktif IFP Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan

Liputan

APBN 2026 Disetujui! Ekonomi Indonesia Target 5,4%

badge-check


					APBN 2026 Disetujui! Ekonomi Indonesia Target 5,4% Perbesar

Guys, kabar gembira! DPR resmi ngesahkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Selasa, 23 September 2025. Rapat paripurna jadi saksi bisu pengesahan ini, lengkap dengan asumsi makro yang udah disepakati.

Salah satu poin pentingnya? Target pertumbuhan ekonomi kita dipatok 5,4%! Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, ngejelasin kalo angka ini jadi pondasi penting menuju target jangka menengah pemerintah, yaitu pertumbuhan ekonomi 7-8%. “Banggar mendukung penuh upaya pemerintah buat ngegeber ekonomi kita,” tegas Said di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Selain pertumbuhan ekonomi, beberapa asumsi makro lain juga udah disetujui, antara lain inflasi 2,5%; nilai tukar rupiah Rp 16.500 per dolar AS; suku bunga SBN 10 tahun 6,9%; harga minyak mentah Indonesia US$70 per barel; lifting minyak bumi 610 ribu barel per hari; dan lifting gas bumi 984 ribu barel per hari. Pokoknya, semua udah deal!

Nah, ngomongin soal APBN 2026, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp 3.153,58 triliun. Rinciannya? Penerimaan pajak Rp 2.693,71 triliun, PNBP Rp 459,2 triliun, dan hibah Rp 0,66 triliun. Angka yang cukup fantastis, ya?

Di sisi lain, belanja negara diproyeksikan sebesar Rp 3.842,73 triliun. Ini terbagi jadi belanja pemerintah pusat (Rp 3.149,73 triliun) dan transfer ke daerah (TKD) Rp 692,99 triliun. Keseimbangan primer ditetapkan Rp 89,71 triliun, sementara defisit APBN Rp 689,15 triliun (2,68% dari PDB). Pembiayaan juga ditetapkan sebesar Rp 689,15 triliun.

Ada beberapa perubahan alokasi anggaran nih yang perlu kamu tahu. Menurut Said, ada penambahan target penerimaan cukai (Rp 1,7 triliun), peningkatan target penerimaan PNBP dari 6 kementerian/lembaga (Rp 4,2 triliun), penambahan belanja kementerian/lembaga (Rp 12,3 triliun), penambahan Program Pengelolaan Belanja Lainnya (Rp 941,6 miliar), dan yang terakhir, penambahan dana transfer ke daerah (Rp 43 triliun). Wah, banyak banget perubahannya!

Pilihan Editor: Mengapa Serapan Anggaran Proyek Makan Bergizi Gratis Rendah

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan