SURABAYA — SMP PGRI 6 Surabaya terus mendorong pengembangan kreativitas siswa melalui pembelajaran seni yang inovatif dan menyenangkan. Kali ini, siswa diajak membuat hasta karya berbahan lunak berupa bunga mawar dari sabun dalam kegiatan praktik mata pelajaran Seni Budaya.
Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan SMP PGRI 6 Surabaya yang berada di Jalan Bulak Rukem III No 7-9, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir. Para siswa tampak antusias mengikuti proses pembuatan kerajinan tangan yang tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga ketelitian dan kesabaran.

Guru Seni Budaya SMP PGRI 6 Surabaya, Nidya Verawati, S.Sos., mengatakan bahwa kegiatan hasta karya menjadi salah satu sarana pembelajaran untuk mengasah kemampuan motorik sekaligus imajinasi siswa.
“Melalui kegiatan ini, siswa diajak lebih kreatif dan berani mencoba hal baru. Mereka belajar mengubah bahan sederhana menjadi karya yang memiliki nilai seni,” ujarnya.
Dalam praktik tersebut, siswa membuat bunga mawar dari sabun sebagai salah satu contoh kerajinan bahan lunak. Proses pembentukan dilakukan secara bertahap dengan teknik ukir sederhana hingga menghasilkan bentuk bunga yang menarik dan estetik.
Selain melatih kreativitas, kegiatan kerajinan bahan lunak juga memberikan banyak manfaat bagi siswa, mulai dari melatih koordinasi motorik halus, meningkatkan fokus, hingga menjadi media untuk mengurangi stres dan kejenuhan belajar.
Bahan lunak sendiri merupakan material yang memiliki sifat lentur, lembut, dan mudah dibentuk. Secara umum, bahan lunak terbagi menjadi dua jenis, yakni bahan lunak alami seperti tanah liat dan serat alam, serta bahan lunak buatan seperti sabun, lilin, polymer clay, dan kain flanel.
Dalam kegiatan pembelajaran, siswa juga dikenalkan pada berbagai contoh hasta karya lain yang dapat dibuat dari bahan lunak, seperti tatakan perhiasan dari air dry clay, ukiran sabun estetik, hingga lilin aromaterapi hias.
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya, H. Banu Atmoko, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sekolah terus berupaya menciptakan ruang belajar yang mampu mengembangkan potensi dan keterampilan siswa secara menyeluruh.
“SMP PGRI 6 Surabaya selalu berusaha mengasah kreativitas siswa agar kelak mereka menjadi pribadi yang terampil, mandiri, dan memiliki daya saing,” tuturnya.
Banu Atmoko yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara dan alumni S2 Manajemen Pendidikan UNESA itu menambahkan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan fasilitas mahal.
“Mengasah kreativitas tidak butuh modal besar atau studio seni mewah. Kreativitas tumbuh ketika siswa berani mencoba dan tidak takut bereksperimen,” katanya.
Ia juga mengajak siswa untuk terus berkarya dan memanfaatkan bahan-bahan sederhana di sekitar menjadi produk kreatif yang bernilai.
Dengan adanya kegiatan ini, SMP PGRI 6 Surabaya berharap siswa semakin percaya diri dalam menyalurkan bakat seni sekaligus memiliki keterampilan yang bermanfaat di masa depan.













