
Kabar gembira nih buat para pelaku di desa! Sebanyak seribu Koperasi Desa Merah Putih sudah ngajuin proposal pinjaman dana operasional ke bank pelat merah. Jadi, program yang udah ditunggu-tunggu ini makin dekat sama realisasi. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, yang ngasih tahu langsung kabar baik ini.

Ferry menjelaskan, meskipun proposalnya udah masuk, proses pencairan dana-nya tetep harus lewat mekanisme musyawarah desa khusus alias musdesus. “Udah ngajuin, tapi proses pencairannya tetep harus melalui mekanisme musdesus,” kata Ferry kepada wartawan di kantor Kementerian Koperasi, Senin, 22 September 2025. Doi berharap banget musdesus ini bisa digelar serentak biar bank BUMN bisa langsung gercep mencairkan pinjaman. Ferry juga janji bakal ngawal musdesus ini biar terlaksana maksimal sampai akhir tahun. Kenapa harus buru-buru? Soalnya, ada arahan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, biar program koperasi ini bisa secepatnya buka lapangan pekerjaan buat masyarakat di kota dan desa. Gas pol!
Enggak mau kalah sigap, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, langsung janji bakal ngegelar musdesus serentak dalam waktu dua hari aja. Kementeriannya juga lagi sibuk nginventarisasi potensi desa, lho. Mereka bagi kategori desa jadi empat tipe: desa mandiri, desa maju, desa berkembang, dan desa tertinggal. Penting banget nih kategorisasi ini buat nentuin potensi bisnis koperasi, termasuk gede gudangnya dan bisnis apa yang mau digarap nantinya. Biar tepat sasaran gitu!
Setelah seribu koperasi pertama ini beres urusan pencairan dananya, Yandri punya target berikutnya. Doi bakal fokus ke pengajuan pinjaman buat desa mandiri yang jumlahnya enggak main-main, ada 20.503 desa! Abis itu, lanjut ke desa maju yang ada sekitar 23 ribu desa. Jadi, program ini bakal terus jalan dan menyentuh banyak desa di Indonesia. Bikin semangat!
Nah, dana buat pinjaman ini juga enggak kaleng-kaleng, gengs. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, spill kalau duitnya itu dari alokasi saldo anggaran lebih (SAL) APBN 2025 sebesar Rp 16 triliun dan skema burden sharing senilai Rp 200 triliun. Dengan skema pembiayaan yang udah oke ini, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) siap banget buat secepatnya cairin dana pinjaman ke Koperasi Desa Merah Putih. Pokoknya, semua pihak udah siap ngegas biar ekonomi desa makin berkembang dan banyak pekerjaan baru tercipta!
Pilihan Editor: Bahaya Sisa Anggaran Mengucur ke Koperasi Merah Putih








