Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Vibes

Geger! Janin Tumbuh di Hati: Kisah Kehamilan Ektopik Ajaib

badge-check


					Geger! Janin Tumbuh di Hati: Kisah Kehamilan Ektopik Ajaib Perbesar

Nggak cuma bikin kaget, tapi juga bikin komunitas medis internasional geleng-geleng kepala. Gimana nggak, seorang perempuan di Uttar Pradesh, India, mengalami kehamilan paling nggak biasa: janinnya betah nongkrong di hati, bukan di rahim! Ya, kamu nggak salah baca, janin di hati. Kasus kayak gini? Langka banget, bro, kayak nemu berlian di tumpukan sampah.

Namanya Sarvesh, perempuan 35 tahun yang jadi sorotan dunia ini. Ia cerita ke BBC kalau selama ini badannya nggak enak banget. “Saya muntah tanpa henti. Selalu merasa lelah dan nyeri,” keluhnya. Udah lama banget doi ngerasain sakit yang bikin bingung, “Sulit untuk memahami apa yang terjadi pada saya,” sambungnya, menggambarkan kebingungannya.

Awalnya, nggak ada yang aneh pas Sarvesh dari Distrik Bulandshahr, Uttar Pradesh ini, diperiksa pakai ultrasonografi. Dokter cuma ngasih antibiotik, mikirnya sih cuma infeksi lambung biasa. Tapi, setelah sebulan minum obat kok nggak ada perubahan signifikan? Sarvesh balik lagi ke dokter.

Nah, di pemeriksaan kedua ini, hasilnya bikin dokter melongo. Saking nggak percayanya, mereka sampai bolak-balik ngecek layar ultrasonografi yang ada di hadapan mereka.

Dr. KK Gupta, ahli radiologi senior di Meerut, India, dengan 20 tahun pengalaman, sampai bengong pas liat hasil pemindaian Sarvesh. “Ia mengalami kehamilan 12 minggu di sisi kanan hati,” jelasnya. Doi bilang, seumur-umur jadi dokter, belum pernah nemu kasus kayak gini, bahkan pas ngelihat hasil MRI. Saking penasarannya, “Saya bahkan mengambil beberapa bagian dari pemindaian untuk memastikan apakah itu benar-benar kehamilan,” tambahnya.

Buat yang belum tahu, ada yang namanya kehamilan ektopik. Ini terjadi kalau sel telur yang udah dibuahi nempelnya di luar rahim, paling sering sih di tuba falopi. Statistik bilang, sekitar satu dari 80 kehamilan itu ektopik, dan yang bahaya, bisa ngancam nyawa si ibu. Nah, kalau Sarvesh ini beda lagi levelnya. Bukan di tuba falopi, tapi di hati! Padahal, hati itu organ vital buat nyaring racun di darah, ngatur kadar gula darah, sampai pembekuan darah. Makanya, kasus kehamilan ektopik intrahepatik yang dialami Sarvesh ini super duper langka, langsung deh jadi topik hangat di kalangan medis internasional.

Pemulihan

Tiga bulan terakhir, hidup Sarvesh dan suaminya, Paramveer, bener-bener diuji. Selain harus berjuang lawan penyakit langka ini, mereka juga tercekik masalah keuangan yang signifikan. Tim BBC yang nyamperin Sarvesh di Desa Dastura nemuin doi lagi terbaring lemas, kesakitan, dengan perban tebal nutupin 21 jahitan di perut kanannya.

Mirisnya, Sarvesh kini sangat bergantung sama Paramveer, mulai dari urusan ke kamar mandi, duduk di tempat tidur, hingga ganti pakaian. Ia kelihatan sangat lemah dan membutuhkan bantuan untuk segala hal.

Awalnya, Sarvesh susah banget nerima kenyataan ini. “Siklus menstruasi saya normal-normal saja kok,” katanya bingung. Tapi, Dr. KK Gupta menjelaskan, kehamilan ektopik memang sering bikin perempuan ngalamin pendarahan hebat, “sehingga butuh waktu untuk mendeteksi kehamilan,” jelasnya, menjawab kebingungan Sarvesh.

Setelah serangkaian pemeriksaan, para dokter akhirnya mutusin: nggak ada pilihan lain selain operasi buat ngangkat janin itu. Soalnya, kalau dibiarin terus, hatinya bisa pecah dan nyawanya terancam.

Kondisi yang rumit ini bikin pasangan tersebut disaranin buat operasi ke Delhi, tapi Paramveer cuma bisa pasrah. “Kami miskin, tidak mungkin pergi ke Delhi dan membayar semua ini,” lirihnya, memikirkan biaya yang selangit dan tidak terjangkau.

Untungnya, setelah tiga bulan Sarvesh berjuang menahan sakit, tim dokter di sebuah rumah sakit swasta di Meerut bersedia mengoperasinya. Operasi yang krusial itu pun berhasil dilangsungkan selama 90 menit.

Seberapa Langka Kehamilan Ektopik Intrahepatik?

Nah, buat memperjelas betapa langkanya kasus ini, Dr. Mamta Singh, Profesor Obstetri dan Ginekologi dari Departemen Ilmu Kedokteran, BHU, Varanasi, menjelaskan proses kehamilan normal.

Katanya, kalau sel telur dibuahi sperma, idealnya dia akan ngacir lewat tuba falopi terus nempel di rahim tempat embrio tertanam dan berkembang. Tapi, kadang ada ‘kecelakaan’, sel telur yang udah dibuahi ini malah nyangkut di tuba falopi, atau yang paling jarang, menempel di permukaan organ lain.

Kayak Sarvesh, embrionya malah mampir di hatinya. Awalnya, pasokan darah ke hati yang berfungsi dengan baik bikin hati jadi “lahan subur” bagi janin di masa-masa awal, jelas Dr. Singh. Tapi, pada akhirnya, janin tidak akan bisa bertahan hidup di sana.

Dr. Monika Anant, Profesor Obstetri dan Ginekologi di Patna AIIMS, nambahin kalau secara global, sekitar satu persen kehamilan memang ektopik. Tapi, buat kasus kehamilan intrahepatik? Ini dia yang bikin geleng-geleng. “Diperkirakan hanya satu dari tujuh hingga delapan juta kehamilan yang mungkin merupakan kasus kehamilan intrahepatik,” sambungnya.

Sebelum Sarvesh, Dr. Anant mengatakan, cuma ada 45 kasus kehamilan intrahepatik yang pernah tercatat di seluruh dunia. Tiga di antaranya terjadi di India. Kasus pertama di India sendiri baru nongol di tahun 2012 di Lady Hardinge Medical College, Delhi. Jadi, kebayang kan, betapa langka dan ajaibnya kisah Sarvesh ini?

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ingin Turun Berat Badan? Ini 5 Olahraga yang Paling Realistis untuk Perempuan

31 Desember 2025 - 15:57 WIB

Keluarga Korban Kembalikan Santunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Hanya Ingin Rida Kiai-Guru

2 Oktober 2025 - 10:17 WIB

Santunan Duka Al Khoziny

Fakta di Balik Perceraian Pratama Arhan dan Azizah Salsha

1 Oktober 2025 - 04:01 WIB

Mendag Revisi Aturan Larangan Campur Gula Rafinasi

29 September 2025 - 19:50 WIB

Ini Evaluasi Pemerintah terhadap Kasus Keracunan Makanan MBG

29 September 2025 - 01:10 WIB

Trending di Vibes