SURABAYA – SMP PGRI 6 Surabaya terus berinovasi menghadirkan pembelajaran yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Memasuki semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026, sekolah yang dikenal dengan julukan Sekolah Inspirasi ini mulai menerapkan pembelajaran berbasis papan digital Interactive Flat Panel (IFP) di ruang UKS sekolah sejak 27 hingga 30 April 2026.
Pemanfaatan teknologi digital tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, interaktif, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Kepala SMP PGRI 6 Surabaya, H. Banu Atmoko, S.Pd., M.Pd., mengatakan penggunaan IFP bukan sekadar menggantikan papan tulis konvensional, melainkan menjadi bagian dari transformasi pembelajaran modern di sekolah.
“Teknologi hanyalah alat. Namun, di tangan guru yang tepat dan dengan semangat siswa yang tinggi, IFP di SMP PGRI 6 Surabaya menjadi jendela menuju masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Melalui penggunaan papan digital interaktif tersebut, siswa dapat menikmati pengalaman belajar yang lebih hidup dan menarik. Dalam pembelajaran IPA misalnya, siswa tidak hanya melihat gambar di buku, tetapi juga dapat mengamati model tiga dimensi secara langsung di layar.
Guru juga dapat memutar video pembelajaran sekaligus memberikan anotasi atau catatan langsung pada layar untuk memperjelas materi yang disampaikan.
Tak hanya itu, pembelajaran juga dikemas lebih menyenangkan melalui konsep gamifikasi menggunakan platform edukasi seperti Quizizz dan Kahoot. Siswa dapat berkompetisi secara sehat menjawab soal langsung di layar sentuh maupun bekerja sama dalam kelompok melalui fitur multi-touch yang tersedia.
Menurut Banu Atmoko, penerapan teknologi di sekolah tetap memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan siswa. Karena itu, perangkat IFP yang digunakan telah dilengkapi teknologi anti-glare dan blue light filter sehingga lebih nyaman untuk mata siswa.

Selain itu, akses internet pada perangkat juga dikontrol secara ketat agar siswa hanya dapat mengakses konten edukatif selama proses pembelajaran berlangsung.
“Berbeda dengan papan tulis kapur, penggunaan IFP juga membuat ruang kelas lebih bersih dan nyaman karena bebas debu, sehingga aman bagi siswa yang memiliki alergi maupun gangguan pernapasan,” jelasnya.
Dalam penerapannya, siswa juga diajak lebih aktif dan kreatif selama proses pembelajaran berlangsung. Mereka dapat menyimpan hasil diskusi kelas dalam bentuk digital sehingga lebih fokus mengikuti penjelasan guru tanpa harus terburu-buru mencatat.
Banu berharap penggunaan teknologi digital di SMP PGRI 6 Surabaya dapat semakin meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus membentuk karakter generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Dengan perpaduan teknologi canggih dan bimbingan guru yang inspiratif, sekolah bisa menjadi tempat yang sangat seru untuk mengeksplorasi dunia digital secara bijak,” tuturnya.
Melalui inovasi tersebut, SMP PGRI 6 Surabaya ingin membuktikan bahwa transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya membuat pembelajaran lebih modern, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.













