Menu

Mode Gelap
Belajar Kepada Adies Kadir SMP PGRI 6 Surabaya Ubah Kelas Jadi Petualangan Digital Lewat Papan Interaktif IFP Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan

Liputan

Motor Bekas Laris, Mobil Lesu: Ini Rahasianya!

badge-check


					Motor Bekas Laris, Mobil Lesu: Ini Rahasianya! Perbesar

Duh, lagi-lagi ekonomi Indonesia naik turun ya, guys! Tapi ada satu sektor yang tetap ngacir nih: pembiayaan sepeda motor. Meskipun penjualan mobil agak lesu gara-gara daya beli masyarakat yang kurang oke, penjualan motor justru masih menunjukkan performa positif. Kok bisa?

PT Federal International Finance (FIF Group) ngasih bocoran nih. Di semester pertama tahun 2025, industri pembiayaan secara keseluruhan memang turun tipis 0,75% (jadi Rp 264 triliun). Tapi, tebak apa yang nyelamatin? Pembiayaan sepeda motor! Justru naik 1,9% menjadi Rp 58,3 triliun. Keren, kan?

Direktur FIF Group, Daniel Hartono, jelasin di Astra Media Day (Selasa, 23 September) kalo pembiayaan sepeda motor ini tetap booming karena motor itu cocok banget buat mobilitas masyarakat Indonesia. Praktis dan efisien!

Nah, FIF sendiri mengalami peningkatan pembiayaan sepeda motor yang cukup signifikan. Naik 8,2% secara tahunan di semester pertama 2025, mencapai Rp 22,8 triliun. Itu lho, hampir 96,2% dari total pembiayaan FIF yang mencapai Rp 23,7 triliun!

Target FIF Group pun cukup ambisius. Di akhir tahun 2025, mereka berharap pembiayaan sepeda motor bisa naik 4,7% menjadi Rp 49,6 triliun. Menurut Daniel, pertumbuhan ini masih akan terus berlanjut karena beberapa faktor. Salah satunya? Infrastruktur konektivitas di Indonesia yang belum merata. Jadi, motor masih jadi pilihan utama buat mobilitas.

Yang unik, pemilihan sepeda motor sebagai alat transportasi nggak cuma terpusat di Pulau Jawa lagi. Dulu, 60% pembiayaan sepeda motor berasal dari Pulau Jawa. Sekarang? Angkanya turun jadi 53%, sementara 47% sisanya berasal dari luar Pulau Jawa. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa juga cukup signifikan, didorong oleh sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan.

FIF Group juga ngadain survei. Ternyata, ada tiga alasan utama masyarakat Indonesia beli motor. Pertama, buat keperluan produktif, kayak pergi kerja. Kedua, antar anak sekolah. Dan ketiga? Ini yang agak unik, buat liburan! Tapi bukan liburan ke pantai atau gunung, melainkan ke ritel modern seperti Indomaret atau Alfamart. Lucu ya? Tapi, itulah yang mendorong penjualan motor.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan