Menu

Mode Gelap
Belajar Kepada Adies Kadir SMP PGRI 6 Surabaya Ubah Kelas Jadi Petualangan Digital Lewat Papan Interaktif IFP Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan

Liputan

Gara-Gara Ngomong Rampok Uang Negara, Kader PDIP Ini Dipecat!

badge-check


					Gara-Gara Ngomong Rampok Uang Negara, Kader PDIP Ini Dipecat! Perbesar

Geger! Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDIP, Wahyudin Moridu, kini harus gigit jari. Pasalnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memecatnya gara-gara video dirinya yang viral abis. Dalam video itu, Wahyudin terang-terangan bilang mau “merampok uang negara”. Waduh, bikin heboh banget!

Video kontroversial itu awalnya beredar luas dan sukses bikin netizen geleng-geleng kepala. Wahyudin Moridu terekam lagi nyetir mobil melintasi Bandara Djalaluddin, Gorontalo. Nah, yang bikin panas, ada suara cewek yang merekam dari kursi penumpang. Di rekaman durasi 1 menit 5 detik itu, Wahyudin nyerocos, “Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini kan. Kita habiskan aja, biar negara ini semakin miskin.” Enggak cuma itu, dia juga ngaku lagi sama “hugel” alias “hubungan gelap” dan pede banget bilang, “Wahyudin Moridu anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang nanti 2031 berhenti. Masih lama.” Auto banjir hujatan, deh!

Enggak pakai lama, PDIP langsung gercep menindaklanjuti. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Komarudin Watubun, pemecatan Wahyudin ini berdasarkan rekomendasi dari komite etik dan disiplin partai. Ternyata, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Gorontalo juga udah duluan minta pimpinan pusat buat kasih sanksi tegas. “Hari ini DPP mengeluarkan surat pemecatan kepada yang bersangkutan,” tegas Komarudin dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 20 September 2025.

Efeknya jelas, pemecatan ini otomatis bikin Wahyudin Moridu lengser dari kursi DPRD Provinsi Gorontalo. Jadi, dia enggak lagi sah jadi wakil rakyat. PDIP sendiri udah siap-siap buat mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) dalam waktu dekat biar kursi di dewan enggak kosong. Yah, nasi sudah menjadi bubur, ya.

Buat kader lain, kasus Wahyudin ini jadi peringatan keras dari Komarudin Watubun. Beliau wanti-wanti agar semua kader PDIP selalu menjaga perilaku dan wibawa partai. Kalau sampai ada yang bikin kecewa masyarakat, jangan harap lolos. PDIP enggak akan segan-segan buat mengambil tindakan pemecatan yang sama, biar kapok!

Padahal nih, sehari sebelum surat pemecatan keluar, tepatnya Jumat, 19 September 2025, Wahyudin Moridu sempat bikin video permintaan maaf di akun Instagramnya, @wahyumoridu. Dalam video itu, dia kelihatan menyesal banget setelah videonya yang “rampok uang negara” itu viral. Wahyudin ditemani istrinya dan bilang, “Saya Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, bersama ini, saya didampingi oleh istri saya, dengan ini atas nama pribadi dan keluarga, saya memohonkan maaf atas video yang telah diviralkan di media TikTok beberapa waktu lalu.” Sayangnya, maaf doang ternyata enggak cukup buat menyelamatkan posisinya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan