Menu

Mode Gelap
Memupuk Kebersihan, Menjaga Silaturahmi: Jejak Demokrat Kota Probolinggo di Musholla Warga Antara Ikatan Historis dan Marwah Organisasi: Nasihat Kiai Asep untuk Rais Aam PBNU di Muktamar Nahdlatul Ulama Gebyar UMKM Sidoarjo dan Karnaval Gear Ultima Siap Digelar: Dorong Daya Saing dan Promosi Produk Lokal Menyingkap Dua Sisi Gaya Belanja Digital: Eksploratif Naykilla vs Praktisnya Tenxi Benteng Desa Melawan Perdagangan Manusia: Imigrasi Blitar Perluas Jaringan Pencegahan TPPO Menyentuh Hati Warga: Pasuruan Raih Penghargaan Pelayanan Publik, Kado Istimewa di Tahun 2026

Berita Terkini

21 Calon Awak Kapal Perikanan Korban TPPO Akhirnya Pulang!

badge-check


					21 Calon Awak Kapal Perikanan Korban TPPO Akhirnya Pulang! Perbesar

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama International Organization of Migration (IOM) dan Destructive Fishing Watch (DFW) baru saja sukses mengawal pemulangan 21 calon awak kapal perikanan (AKP). Mereka ini adalah korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kini bisa kembali ke daerah asal/tujuan masing-masing. Langkah ini bukan kaleng-kaleng, lho. Pemerintah memang ingin banget memastikan perlindungan paripurna buat para awak kapal perikanan, mulai dari sebelum, saat, sampai setelah mereka bekerja di laut.

Pemulangan para calon AKP ini, yang dilaksanakan pada 2 September 2025 lalu, dilakukan via jalur darat. “Fasilitasi pemulangan AKP ini adalah wujud nyata komitmen, tanggung jawab, dan kehadiran pemerintah,” tegas Mochamad Idnillah, Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan KKP, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Sabtu, 13 September 2025. Jadi, jelas banget kalau pemerintah nggak main-main soal perlindungan warganya.

Idnillah juga menjelaskan, ke-21 calon AKP ini sebelumnya sudah diamankan oleh Kepolisian Daerah Bali. Tepatnya pada Rabu, 13 Agustus 2025, di Pelabuhan Umum Benoa, Bali. Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang masuk ke Polda Bali. Laporannya? Ada indikasi proses perekrutan dan penempatan AKP buat kerja di kapal perikanan yang nggak sesuai standar dan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan informasi dari Polda Bali, Idnillah menambahkan kalau dugaan TPPO ini punya banyak modus. Indikasi yang ditemukan antara lain: proses perekrutan yang gelap dan nggak transparan soal informasi pekerjaan, calon AKP diisolasi di kapal, hingga adanya pemotongan uang panjar. Lebih parah lagi, alat komunikasi mereka disita, bikin nggak ada akses buat ngabarin keluarga. Bahkan, dokumen identitas penting mereka juga ditahan. Bikin geleng-geleng kepala!

Nggak cuma diselamatkan, selama dalam pengamanan Polda Bali, semua calon AKP ini juga langsung dapat pendampingan. Mereka di-assessment oleh DFW dan lembaga bantuan hukum Bali untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin dialami oleh para AKP dan keluarga mereka. Ini penting banget biar penanganannya bisa optimal.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Ridwan Mulyana, pun nggak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya buat semua pihak yang terlibat dalam misi pemulangan calon AKP ini. KKP sendiri terus tancap gas buat memperbaiki tata kelola perekrutan dan penempatan AKP. Salah satu fokus utamanya adalah transformasi agen perekrut. Mereka harus jadi agen AKP yang berbadan hukum, punya izin usaha sesuai aturan, serta wajib profesional dan kompeten.

Untuk ke depannya, Ridwan juga mengimbau keras para pemilik kapal perikanan. Mereka harus memastikan proses perekrutan dan penempatan AKP berjalan sesuai aturan yang berlaku. Tak kalah penting, pemenuhan hak atas upah, kondisi kerja, dan kesejahteraan AKP juga wajib dipastikan sesuai ketentuan perundang-undangan. “Hal ini dalam rangka menjamin keberlangsungan usaha penangkapan ikan di Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga telah menegaskan bahwa perlindungan terhadap AKP adalah fokus utama pemerintah. KKP terus berupaya menjaga keberlangsungan usaha penangkapan ikan. Ini merupakan salah satu wujud dari program ekonomi biru melalui kebijakan penangkapan ikan terukur, demi mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan secara ekonomi, ekologi, dan sosial.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Bangunsari Madiun Tolak TPST, Sosialisasi DLH Berujung Mediasi Tanpa Keputusan Final

24 Agustus 2026 - 10:54 WIB

7 Hektare Lahan Jati di Gunung Bungkuk Magetan Hangus Terbakar, BPBD Ingatkan Warga Waspada

24 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Kecelakaan Maut Bojonegoro: Nenek 85 Tahun Tewas Terlindas Truk Saat Motor Salip dari Kiri

23 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jombang Siapkan 99 Masjid Ramah Muktamirin, Fasilitasi Ribuan Peserta Muktamar NU

23 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Sekdes di Probolinggo Digerebek di Hotel Bersama Istri Warga, Pemkab Tunggu Laporan Resmi

23 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Trending di Berita Terkini