
Pemerintah lagi gaspol! Kali ini, separuh dana yang nangkring di Bank Indonesia (BI), totalnya Rp 200 triliun, resmi dipindah ke lima bank BUMN. Kata Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, duit segunung itu bakal ngasih imbal hasil sekitar 4 persen. Auto cuan buat bank, auto gerak buat ekonomi!

Menkeu Purbaya optimis banget nih kalau bank-bank yang ketiban rezeki ini bakal langsung ngebut menyalurkan kredit. “Kalau dia (bank) enggak pakai, dia rugi sendiri. Kan ada cost sekitar 4 persen. Kalau enggak menyalurkan kredit, kan dia harus bayar cost. Mereka pasti akan berpikir keras untuk menyalurkan dana itu,” jelas Purbaya di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat, 12 September 2025.
FYI, detail soal bunga dari uang pemerintah di bank BUMN ini diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) nomor 276 tahun 2025. KMK yang ditandatangani Purbaya pada 12 September 2025 ini punya poin menarik di nomor tujuh. Di sana dijelaskan kalau imbal hasil yang ditetapkan itu sebesar 80,476 persen dari bunga acuan BI atau BI 7-Day Reverse Repo – Rate (BI 7-DRR Rate). Kalau bunga acuan BI sekarang 5 persen, artinya imbal hasilnya jadi 4,02 persen, guys.
Gak cuma itu, KMK tadi juga menegaskan bahwa duit negara di bank umum itu bakal disimpan dalam bentuk deposito on call konvensional/syariah. Mekanismenya tanpa lelang, lho. Tenor penempatan duit negara ini juga lumayan, enam bulan dan bisa diperpanjang. Jadi, gak cuma instan, tapi juga ada potensi berkelanjutan.
Nah, siapa aja nih yang kebagian duit panas ini? Anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terpilih adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Syariah Indonesia (BSI). “Di Mandiri itu kita taruh Rp 55 triliun, BRI Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun, BNI Rp 55 triliun, BSI Rp 10 triliun,” kata Purbaya, merinci pembagiannya.
Tujuan utama diguyurnya dana segede ini ke bank-bank BUMN bukan cuma buat mereka dapat untung dari bunga simpanan aja, tapi lebih ke arah dorongan buat perekonomian nasional. “Tujuannya itu, menciptakan likuiditas di sistem finansial sehingga mereka terpaksa memberi kredit dan ekonomi akan bergerak,” pungkas Purbaya. Jadi, duit ini diharapkan bisa jadi pemicu agar roda ekonomi kita makin kencang berputar!
Pilihan Editor: Jalan Berbatu Menteri Keuangan Baru








