Ada kabar terbaru nih dari dunia BUMN Karya! Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Rozi Sparta, akhirnya buka suara soal kelanjutan merger BUMN Karya yang lagi banyak dibicarain. Ini dia update-nya, biar kamu nggak ketinggalan info.
Rozi bilang, proses integrasi perusahaan konstruksi ‘pelat merah’ ini masih dalam tahap persiapan alias lagi digodok. “Proses integrasi BUMN Karya saat ini tengah dalam tahap persiapan,” katanya dalam paparan publik di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 11 September 2025. Serius banget nih persiapannya, soalnya tiap BUMN Karya juga lagi sibuk nyiapin proyeksi kinerja perusahaan masing-masing.

Nggak cuma itu, mereka juga masih nunggu arahan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). FYI aja nih, proses integrasi BUMN ini melibatkan perusahaan yang sudah go public kayak ADHI, dan ada juga yang masih perusahaan tertutup, lho. Jadi, wajar kalau persiapannya butuh waktu ekstra.
Rozi berharap, integrasi BUMN Karya ini bisa bikin struktur keuangan makin sehat, persaingan jadi lebih oke, dan pastinya bisa optimalin kompetensi yang dimiliki perusahaan berkode saham ADHI ini. Pokoknya, biar semuanya makin solid dan keren!
Nah, ngomong-ngomong soal ini, Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya juga udah kasih bocoran. Katanya, tujuh perusahaan ‘pelat merah’ bakal disederhanakan jadi badan usaha di bawah tiga induk perusahaan. Tujuannya nggak main-main, lho: buat menyehatkan dan membangun keahlian tiap BUMN biar makin jago di bidangnya masing-masing.
Siapa aja sih tujuh BUMN Karya yang dimaksud? Mereka adalah Adhi Karya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero). Erick Thohir punya pandangan bahwa integrasi perusahaan pelat merah ini adalah upaya kementeriannya buat bikin mereka makin sehat dan membangun keahlian yang spesifik di setiap BUMN.
Jadi, merger tujuh BUMN Karya ini adalah bagian dari restrukturisasi yang memang udah lama banget direncanakan. Tapi tenang aja, ini nggak bakal ganggu proyek yang lagi dikerjain tiap perusahaan kok. “Ini hanya bagian kami merestrukturisasi, tidak akan mengganggu penugasan dan percepatan (proyek),” kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, pertengahan November 2024 lalu, seperti dikutip Antara. Jadi, semua proyek pembangunan tetep jalan terus!
Annisa Febiola berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Seperti Apa Rencana Merger BUMN Karya








