PONOROGO – Sebanyak 74 murid kelas 6 SDIT Badrussalam mengikuti program kunjungan pondok pesantren ke SMPIT Darut Taqwa Ponorogo. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan sekolah untuk memfasilitasi murid mengenal lebih dekat pendidikan tingkat lanjut, khususnya di pondok pesantren dan sekolah dalam naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT).
Program Unggulan untuk Membuka Wawasan Murid
Kepala SDIT Badrussalam, Ustadz Suryani, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kunjungan pondok pesantren ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya agar murid memiliki gambaran nyata tentang kehidupan mondok serta lebih mantap dalam menentukan langkah pendidikan berikutnya.

Belajar dan Bersilaturahmi di SMPIT Darut Taqwa Ponorogo
Kepala Departemen IKADA (Ikatan Keluarga Besar Darut Taqwa), Muhammad Toha, M.Pd., menyambut hangat rombongan SDIT Badrussalam. Ia berharap kegiatan ini menjadi sarana belajar, bersilaturahmi, dan berinspirasi.
“Semoga murid SDIT Badrussalam tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, mandiri, dan berprestasi. Bersama Al-Qur’an kita kuat, bersama ilmu kita hebat,” ujarnya.
Kepala SMPIT Darut Taqwa, Ustadz Arif Yeni Varianto, turut menyampaikan rasa syukur atas kunjungan ini. Ia berharap kolaborasi antarsekolah Islam terpadu bisa terus berlanjut sebagai upaya mencetak calon pemimpin masa depan.
Mondok Itu Asik dan Keren
Imam Bahrudin, wali kelas 6 yang mendampingi murid, berharap kunjungan ini dapat merubah mindset siswa tentang pondok pesantren.
“Dengan kunjungan ini, semoga murid yang tadinya menganggap mondok tidak menyenangkan bisa berubah pandangan. Mondok itu asik dan mondok itu keren,” ungkapnya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama. Harapannya, seluruh murid SDIT Badrussalam Magetan menjadi bintang terang umat, pembawa cahaya kebaikan, dan generasi Qur’ani yang siap berkontribusi untuk masa depan bangsa.
Penulis : Amin Riyanto













