JAKARTA, KOMPAS.com – Siapa sih yang nggak nungguin gebrakan dari perusahaan raksasa yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat IPO? Nah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya buka suara nih soal kemungkinan adanya ‘perusahaan mercusuar’ alias lighthouse yang bakal melakukan initial public offering (IPO) di sisa tahun 2025 ini. Kepala Eksekutif Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, bilang kalau sampai sekarang belum ada informasi pasti mengenai perusahaan besar mana yang siap melantai tahun ini.
Eits, jangan salah paham dulu soal lighthouse company. Ini bukan soal perusahaan yang bikin mercusuar beneran, ya! Dalam definisi OJK, perusahaan lighthouse adalah emiten yang penawaran umum perdana sahamnya (IPO) punya nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun, dengan free float minimal 15 persen atau paling tidak senilai Rp 700 miliar. Gede banget, kan, kriterianya?

Meskipun belum ada nama pasti dari jajaran elite lighthouse yang sudah dikonfirmasi, bukan berarti OJK nganggur. Inarno Djajadi mengungkapkan, OJK sudah menerima sekitar 10 calon emiten yang pernyataan pendaftarannya sedang dalam proses penelaahan. Total nilai emisi dari kesepuluh calon ini diproyeksikan bisa tembus Rp 5,3 triliun! Lumayan banget, kan, buat nambah geliat pasar modal? Informasi ini disampaikan Inarno dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK, Kamis (4/9/2025).
Optimisme Inarno tak berhenti di situ. Ia yakin jumlah calon emiten akan terus bertambah. Alasannya, laporan keuangan periode Juni yang sudah diaudit secara menyeluruh biasanya selesai paling lambat September. Laporan keuangan paruh pertama tahun ini sering banget jadi dokumen utama buat pernyataan pendaftaran emiten, dan masa berlakunya 6 bulan, yang berarti bisa dapat keterangan efektif dari OJK sampai Desember. Jadi, masih ada waktu buat muncul nama-nama baru yang siap bikin kejutan!
Di sisi lain, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga melihat kehadiran IPO lighthouse ini sebagai sinyal positif yang kuat untuk perkembangan pasar modal Indonesia. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi mencerminkan kalau pelaku usaha berskala besar masih punya keyakinan kuat terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ini ibarat lampu hijau yang bikin investor makin pede! Pernyataan ini disampaikan Yetna dalam keterangan tertulis, Jumat (15/8/2025).
Kondisi positif ini diharapkan bisa makin mendongkrak kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, buat ikutan berpartisipasi di pasar modal kita. Dan FYI aja nih, sampai saat ini sudah tercatat empat IPO lighthouse yang berhasil melantai di bursa. Ada saham RATU, CBDK, YUPI, dan CDIA yang namanya sudah jadi bukti nyata kalau ‘raksasa’ di bursa itu memang ada dan dinanti banyak pihak.
Baca juga: BEI Sebut Ada 8 Perusahaan dalam Antrian IPO 2025, Separuhnya Berukuran Jumbo
Ringkasan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan belum ada kepastian perusahaan besar yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun (perusahaan lighthouse) di tahun 2025. Meskipun demikian, OJK telah menerima sekitar 10 calon emiten dengan total nilai emisi proyeksi Rp 5,3 triliun yang sedang dalam proses penelaahan.
OJK optimis jumlah calon emiten akan bertambah karena laporan keuangan semester pertama yang diaudit biasanya rampung September dan berlaku hingga Desember. Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menilai IPO lighthouse sebagai sinyal positif bagi pasar modal Indonesia, menunjukkan kepercayaan pelaku usaha besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Kehadiran perusahaan besar di bursa diharapkan meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing.








