Menu

Mode Gelap
Dorong Literasi Digital, MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Gelar Pelatihan Manajemen Perpustakaan Peringatan Hari Kartini di SMP PGRI 6 Surabaya, Angkat Semangat Perempuan Berdaya Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Recharge Energi di Pacet, Bahas Pendidikan Sambil Santai JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya

Liputan

Dana Desa 2026 Naik: Sri Mulyani Kucurkan Rp 83 Triliun!

badge-check


					Dana Desa 2026 Naik: Sri Mulyani Kucurkan Rp 83 Triliun! Perbesar

Kabar soal dana desa dipangkas untuk tahun 2026 sempat bikin geger. Tapi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan tegas membantah isu tersebut. Menurutnya, alokasi anggaran untuk desa justru meningkat, meskipun angka dana desa dalam RAPBN 2026 terlihat menurun.

Jadi, begini duduk perkaranya: Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, dana desa memang ditetapkan sebesar Rp 60,6 triliun, angka ini sedikit “turun” dari Rp 71 triliun pada tahun 2025. Namun, ini bukan pemangkasan, guys! Penurunan itu digantikan dengan sebuah program baru yang keren banget, yaitu Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih, yang mendapat suntikan dana fantastis sebesar Rp 83 triliun.

Nah, kalau dijumlahkan, Rp 60,6 triliun (dana desa) ditambah Rp 83 triliun (Kopdes Merah Putih), totalnya mencapai Rp 143,6 triliun. Angka ini jauh lebih besar ketimbang total transfer dana desa tahun lalu yang hanya sekitar Rp 70-71 triliun. “Jika digabungkan antara dana desa Rp 60,6 triliun dan Kopdes Merah Putih Rp 83 triliun, jumlahnya lebih besar dari transfer dana desa tahun lalu yang Rp 70 triliun,” jelas Sri Mulyani dalam rapat bersama DPD RI, Selasa, 2 September 2025.

Biar enggak salah paham, Sri Mulyani juga menjelaskan perbedaan fokus kedua anggaran ini. Dana desa yang Rp 60,6 triliun tetap difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar. Mulai dari jalan desa, embung, posyandu, drainase, sampai Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang selalu dinanti masyarakat. Sementara itu, Kopdes Merah Putih dengan Rp 83 triliun-nya akan difokuskan pada kegiatan produktif. Ini adalah angin segar, karena desa-desa bisa dapat akses pembiayaan murah lewat bank daerah, dengan bunga pinjaman cuma 6 persen saja!

Harapannya sih, dengan adanya Kopdes Merah Putih ini, setiap desa bisa makin mandiri. “Kami harapkan setiap desa mampu mengelola koperasinya agar bisa tumbuh, berkembang, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya, menunjukkan visi pemerintah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Di sisi lain, gambaran RAPBN 2026 secara keseluruhan juga sempat jadi sorotan. Pemerintah menetapkan alokasi transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 650 triliun, memang terlihat menurun dari Rp 919 triliun pada 2025. Angka ini mencakup berbagai komponen seperti Dana Bagi Hasil (Rp 45,1 T), Dana Alokasi Umum (Rp 373,8 T), Dana Alokasi Khusus (Rp 155,1 T), Dana Otsus (Rp 13,1 T), termasuk Dana Desa (Rp 60,6 T), dan insentif fiskal (Rp 1,8 T).

Untuk membiayai belanja negara yang diproyeksikan, pemerintah menargetkan pendapatan sebesar Rp 3.147 triliun pada 2026, naik 9,8 persen dari proyeksi 2025. Sebuah target yang cukup menantang, karena Sri Mulyani sendiri mengakui pertumbuhan penerimaan negara dalam tiga tahun terakhir rata-rata hanya 5,6 persen.

Demi mencapai target ambisius ini, Sri Mulyani menyebut pemerintah bakal gencar mengoptimalkan penerimaan pajak. Caranya? Memanfaatkan sistem Coretax, memperkuat pertukaran data antar-lembaga, serta menggali potensi bea dan cukai, termasuk rencana memperluas cakupan barang kena cukai. “Kemudian mengeksplorasi potensi penerimaan dari bea cukai, termasuk intensifikasi bea masuk perdagangan internasional dan melanjutkan kebijakan cukai hasil tembakau (CHT) dan memperluas cakupan barang kena cukai (BKC),” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga sudah memaparkan postur RAPBN 2026. Belanja negara direncanakan sebesar Rp 3.786,5 triliun dengan defisit Rp 638,8 triliun, atau sekitar 2,48 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Beliau menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat untuk menjaga efisiensi agar defisit tetap terkendali. “Pemerintah yang saya pimpin berjanji akan terus melaksanakan efisiensi sehingga defisit ini kita ingin tekan sekecil mungkin,” kata Prabowo dalam pidato penyampaian RAPBN di ruang sidang paripurna DPR, Jumat, 15 Agustus 2025.

Pilihan Editor: Pembatasan Live TikTok Membuat UMKM Tak Bisa Jualan

Ringkasan

Sri Mulyani membantah isu pemangkasan dana desa untuk tahun 2026. Alokasi anggaran desa justru meningkat melalui program Koperasi Desa (Kopdes Merah Putih) yang mendapat suntikan dana Rp 83 triliun. Dana desa sebesar Rp 60,6 triliun tetap dialokasikan, sehingga total anggaran untuk desa menjadi Rp 143,6 triliun, lebih besar dari tahun sebelumnya.

Dana desa akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar, sementara Kopdes Merah Putih ditujukan untuk kegiatan produktif. Pemerintah menargetkan pendapatan negara Rp 3.147 triliun untuk membiayai belanja negara dalam RAPBN 2026. Secara keseluruhan, belanja negara direncanakan sebesar Rp 3.786,5 triliun dengan defisit 2,48 persen terhadap PDB.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rural Class SMAIT Insan Cemerlang Bondowoso: Empowering Character Building

23 Januari 2026 - 21:30 WIB

34 Guru TIK Surabaya Utara Disiapkan Hadapi Era Digital, Kelas Kini Lebih Berkualitas

22 Januari 2026 - 21:15 WIB

Dorong Pendidikan Vokasi, JSIT Jatim Kunjungi BPVP Sidoarjo

22 Januari 2026 - 12:26 WIB

Silaturahmi di Tepi Laut, Kepala SMP Swasta Surabaya Utara Siap Hadapi Tantangan Pendidikan

20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Coach Feri INALEAD Bekali Guru SIT Ponorogo tentang Kepemimpinan dan Personal Growth

19 Januari 2026 - 13:45 WIB

Trending di Liputan