Waduh, ada kabar penting nih dari kancah ekonomi Indonesia! Bank Indonesia (BI) ternyata lagi-lagi turun tangan bareng Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buat ngelanjutin skema burden sharing alias ‘patungan’ beban bunga. Tujuannya? Ngebantu biayain deretan program ambisius pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gak main-main, BI langsung gercep beli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 200 triliun!
Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, peran bank sentral itu gak cuma soal ngatur suku bunga doang, lho. Tapi juga makin gencar ngedorong kebijakan moneter ekspansif, salah satunya ya lewat jurus beli SBN dari pasar sekunder ini. “Sejak kemarin, BI sudah membeli SBN sebesar Rp 200 triliun, termasuk buat keperluan debt switching,” tegas Perry saat rapat kerja bareng Komite IV Dewan Perwakilan Daerah, Selasa, 2 September 2025.

Pembelian surat utang negara ini, kata Perry, adalah hasil kolaborasi apik dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Jangan salah, duitnya gak ngendap gitu aja! Sebagian besar dana hasil transaksi ini bakal langsung dialokasikan buat nyokong program-program pro-rakyat yang masuk agenda Asta Cita. “Dana dari SBN ini akan diarahkan buat pembiayaan program ekonomi kerakyatan, contohnya pembangunan perumahan rakyat, penguatan koperasi desa Merah Putih, dan berbagai inisiatif lain dalam kerangka Asta Cita,” jelasnya.
Perry juga yakin banget, dengan adanya skema burden sharing antara BI dan Kementerian Keuangan ini, beban pembiayaan negara jadi lebih enteng. Efeknya? Program-program prioritas pemerintah bisa terealisasi dengan lebih lancar jaya. “Dengan pembagian beban bunga bersama, pembiayaan program ekonomi kerakyatan bisa lebih ringan,” pungkasnya.
Intinya, langkah strategis ini menunjukkan sinergi kuat antara bank sentral dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Diharapkan, dengan ‘patungan’ ini, program-program vital yang langsung menyentuh masyarakat bisa segera berjalan dan membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa.
Pilihan Editor: Burden Sharing, Titah Jokowi yang Kini Mencekik Bank Indonesia
Ringkasan
Bank Indonesia (BI) kembali melanjutkan skema burden sharing dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membiayai program pemerintah. BI telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 200 triliun untuk keperluan tersebut, termasuk untuk debt switching.
Dana dari pembelian SBN ini akan dialokasikan untuk program-program ekonomi kerakyatan dalam kerangka Asta Cita, seperti pembangunan perumahan rakyat dan penguatan koperasi desa Merah Putih. Skema burden sharing ini diharapkan dapat meringankan beban pembiayaan negara dan memperlancar realisasi program-program prioritas pemerintah.








