Menu

Mode Gelap
JSIT Bojonegoro Audiensi dengan Bupati, Perkuat Sinergi Pendidikan Hari Kedua TKA, Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Tersenyum Usai Ujian Bahasa Indonesia Menaklukkan Matematika di Hari Pertama TKA, Ini Perjuangan Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Siswa SMP PGRI 6 Surabaya Asah Kreativitas Lewat Teknik Mewarnai Batik Persaingan Makin Ketat, SD Swasta Sidoarjo Siapkan Strategi Penerimaan Murid Baru Tebar Kurma dan Imsakiyah, Yayasan Bina Insan Muslim Gaungkan Syiar Ramadan

Tulisan

Musim Hujan Picu Banjir, Ini Imbauan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya untuk Warga

badge-check


					Musim Hujan Picu Banjir, Ini Imbauan Kepala SMP PGRI 6 Surabaya untuk Warga Perbesar

Musim penghujan telah tiba dan hampir setiap hari wilayah Surabaya dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Meski membawa kesejukan setelah kemarau panjang, curah hujan yang terus-menerus juga memicu berbagai tantangan, mulai dari gangguan kesehatan hingga banjir di sejumlah titik.

Kondisi ini terasa semakin nyata di masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hujan deras yang turun hampir setiap hari menyebabkan genangan bahkan banjir di beberapa wilayah permukiman. Situasi tersebut menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi musim penghujan.

Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk menerapkan prinsip sederhana namun penting, yakni jaga diri, jaga kesehatan, dan jaga lingkungan.

Keselamatan diri menjadi prioritas utama saat beraktivitas di tengah cuaca yang tidak menentu. Warga disarankan selalu membawa perlengkapan pelindung seperti payung atau jas hujan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang dianjurkan menggunakan jas hujan model setelan demi keamanan berkendara. Selain itu, kehati-hatian di jalan perlu ditingkatkan karena kondisi jalan licin dan jarak pandang berkurang saat hujan.

Dari sisi kesehatan, perubahan suhu dan kelembapan tinggi membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit. Menjaga asupan gizi seimbang, cukup minum air putih, serta beristirahat yang cukup menjadi langkah penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Jika kehujanan, masyarakat dianjurkan segera mandi dan mengganti pakaian agar suhu tubuh kembali stabil dan kuman tidak menempel terlalu lama.

Selain menjaga diri dan kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi kunci utama mencegah dampak buruk musim hujan. Lingkungan yang kotor dan saluran air yang tersumbat kerap menjadi penyebab utama banjir dan sumber penyakit.

Gerakan 3M Plus kembali ditekankan, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab demam berdarah. Pengelolaan sampah yang benar juga menjadi perhatian serius. Masyarakat diminta tidak membuang sampah ke selokan atau sungai karena dapat menyumbat aliran air dan memicu banjir.

Penulis yang juga Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya, Banu Atmoko, mengajak warga Kota Surabaya untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya dengan rutin mengecek dan membersihkan saluran air di depan rumah masing-masing.

Menurutnya, musim hujan akan jauh lebih aman dan nyaman jika dihadapi dengan kesadaran bersama. Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar.

Dengan persiapan yang matang dan kepedulian kolektif, dampak musim penghujan dapat diminimalkan. Jaga diri, jaga kesehatan, dan jaga lingkungan menjadi kunci agar masyarakat tetap aman dan sehat meski hujan terus mengguyur.

Penulis
Banu Atmoko
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Era Konten, Humas Bukan Sekadar Tukang Posting

12 Februari 2026 - 15:40 WIB

Pilkada: Langsung vs Perwakilan

14 Januari 2026 - 10:40 WIB

Regenerasi Kepemimpinan Sekolah sebagai Keniscayaan

14 Januari 2026 - 10:34 WIB

Urgensi Periodisasi Kepala Sekolah

14 Januari 2026 - 10:19 WIB

Ketika Kebaikan Dikhianati: Kisah Ibnu Humair dan Ular Licik

29 Desember 2025 - 17:18 WIB

Trending di Tulisan