Ahmad Sahroni, Politikus Tajir yang Rumahnya Digeruduk Massa
Anggota DPR dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, lagi-lagi bikin geger. Setelah menyebut orang yang menginginkan pembubaran DPR sebagai “tolol,” rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara, diserbu massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Pernyataan kontroversial yang dilontarkannya usai kunjungan kerja di Sumatera Utara itu membuat namanya trending di media sosial, khususnya X (dulunya Twitter). “Apakah dengan membubarkan DPR, masyarakat langsung bisa hidup tenang? Belum tentu,” tegas Sahroni saat itu. Ia menambahkan kritik boleh-boleh saja, asal jangan sampai menghina. Tapi, statement-nya yang kurang bijak ini malah memantik amarah publik.

Reaksi atas pernyataannya pun tak main-main. Selain jadi bulan-bulanan netizen, rumah mewah Sahroni jadi sasaran kemarahan massa. Benda-benda berat dilemparkan, hingga mengakibatkan kerusakan di rumahnya. Imbasnya, Partai NasDem langsung memutasi Sahroni dari posisi Wakil Ketua Komisi III DPR menjadi anggota Komisi I. Naik turunnya jabatan politikus ini seakan menggarisbawahi betapa cepatnya reaksi publik terhadap pernyataan kontroversialnya.
Siapa sebenarnya Ahmad Sahroni? Jauh sebelum menjadi politikus papan atas dengan kekayaan fantastis, Sahroni mengawali kariernya sebagai sopir di PT Niaga Gemilang Samudra (1998) dan PT Millenium Inti Samudra (1999). Namun, karirnya melejit hingga menjadi Direktur Operasional. Selama periode 2003-2008, ia bahkan menjabat sebagai Direktur Utama di beberapa perusahaan, seperti PT Sagakos Intec, PT Ekasamudra Lima, dan PT Ruwanda Satya Abadi.
Langkahnya ke dunia politik dimulai pada 2014, bergabung dengan Fraksi NasDem di DPR. Pada 2019, ia menduduki posisi Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Selain itu, Sahroni juga pernah menjadi Ketua Pelaksanaan Formula E 2021. Lonjakan kariernya ini sejalan dengan peningkatan kekayaannya yang signifikan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Sahroni meningkat drastis dari Rp 2,86 miliar pada 2014 menjadi Rp 328,9 miliar pada 2024! LHKPN 2024 mencatat aset tanah dan bangunannya mencapai Rp 139,5 miliar (19 aset di Jakarta dan Badung, Bali), kendaraan mewah senilai Rp 38,1 miliar (termasuk Ferrari, Porsche, Tesla X75D, dan Harley Davidson), harta bergerak lainnya Rp 107,7 miliar, surat berharga Rp 60 juta, dan kas serta setara kas Rp 78,3 miliar. Meskipun begitu, Sahroni juga tercatat memiliki utang sebesar Rp 34,9 miliar. Kontras banget ya, dari sopir hingga menjadi politikus kaya raya dengan koleksi mobil dan motor mewah!
Setelah insiden penyerbuan rumahnya, Sahroni mengunggah foto anonim di Instagram @ahmadsahroni88 dengan caption “Makin banyak orang tolol yang bangga akan ketololannya.” Entah ini sindiran atau bentuk pembelaan diri, tapi yang jelas, kasus ini menjadi sorotan publik dan pelajaran berharga tentang pentingnya berhati-hati dalam berbicara, terutama bagi seorang figur publik.








