Gresik — Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Daerah Gresik–Lamongan sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) III sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Kegiatan tersebut digelar di Aula SMPIT Al Ibrah dan menjadi momentum strategis untuk evaluasi, konsolidasi, serta penentuan arah kepemimpinan JSIT Gresik–Lamongan untuk periode mendatang.
Musda III JSIT Gresik–Lamongan dihadiri ratusan peserta serta sejumlah tokoh penting. Di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto, S.Pd., M.M., dan Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Ustadz M. Edris Effendi, S.T., M.PSDM. Turut hadir para pengurus, kepala sekolah, pengurus yayasan, guru, serta perwakilan sekolah anggota JSIT se-Gresik dan Lamongan.

Rangkaian kegiatan Musda berlangsung semarak dengan berbagai lomba yang melibatkan peserta didik dan guru. Di antaranya lomba Pildacil tingkat TK dan SD jenjang bawah, lomba menulis cerpen untuk siswa SD jenjang atas dan SMP, serta lomba menulis cerpen bagi guru se-Gresik–Lamongan. Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen JSIT dalam mengembangkan potensi literasi, karakter, dan kreativitas warga sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda III JSIT Gresik–Lamongan. Ia berharap sekolah-sekolah di bawah naungan JSIT terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan, baik di wilayah Gresik dan Lamongan maupun di tingkat nasional.

Ia juga menekankan bahwa esensi pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral kepada peserta didik.
Sementara itu, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Timur, Ustadz M. Edris Effendi, S.T., M.PSDM., menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi, meningkatkan mutu Sekolah Islam Terpadu, serta memperkuat sinergi antara JSIT daerah dengan JSIT wilayah dan nasional dalam menjawab tantangan pendidikan ke depan.
Pada agenda utama Musda, Ketua JSIT Daerah Gresik–Lamongan periode sebelumnya, Mulyono, M.Pd., menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan. LPJ tersebut diterima oleh peserta Musda, disertai harapan agar kepengurusan selanjutnya dapat berjalan lebih baik, lebih solid, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Islam terpadu.
Berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan peserta, Mulyono, M.Pd., kembali terpilih sebagai Ketua JSIT Daerah Gresik–Lamongan untuk periode 2025–2029. Terpilihnya kembali Mulyono diharapkan mampu melanjutkan program-program strategis serta membawa JSIT Gresik–Lamongan semakin maju, profesional, dan berkontribusi nyata bagi pendidikan di tingkat daerah maupun nasional.
Musda III juga menetapkan susunan pengurus JSIT Daerah Gresik–Lamongan periode 2025–2029 sebagai berikut:
Dewan Pengawas: Zahrotul Munawwaroh
Ketua: Mulyono, M.Pd.
Sekretaris: Nur Baiti
Bendahara: Zuliani
Ketua Bidang I: Hidayatul Ilmiah
Ketua Bidang II: Lilis Ziana
Ketua Bidang III: Ana Khusniyah
Ketua Bidang IV: Umul Faridah
Musda III JSIT Gresik–Lamongan ditutup dengan penuh semangat kebersamaan dan optimisme. Ketua Panitia Musda III, Ustadzah Ana Khusniyah, S.Pd., menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu menjadi tim yang lebih kuat, solid, dan visioner dalam mengawal pengembangan Sekolah Islam Terpadu di Gresik dan Lamongan.













